LAPORAN PRAKTIKUM KPKT ACARA I

 Nama                : Amartya Rahmawati

NIM                  : 18/427769/PN/15549

Gol                    : A5

Asisten koreksi : Luthfi Indriyani Muslihah

LAPORAN PRAKTIKUM KPKT

ACARA I

UJI KESUBURAN TANAH

Metode Wawancara Petani

            Praktikum Kesuburan, Pemupukan, dan Kesehatan Tanah (KPKT) Acara I mengenai uji kesuburan tanah telah dilakukan pada tanggal 18 Oktober 2020 dengan menggunakan metode wawancara petani. Adapun narasumber pada acara ini yaitu Bapak Sukirdi yang memiliki lahan persawahan di daerah Kamal, Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo, D. I. Yogyakarta. Luas lahan sawah milik Bapak Sukirdi sebesar 500m2 dan komoditas yang saat ini ditanam yaitu tanaman padi (Oryza sativa L.). Bapak Sukirdi menerapkan pola tanam padi-padi-kedelai pada lahannya.



Gambar 1.1 Lahan sawah milik Pak Sukirdi

Sebelum menanam padi, Pak Sukirdi melakukan pengolahan tanah terlebih dahulu, dimulai dari mencangkul tanah setelah itu didiamkan selama 15 hari. Setelah didiamkan, tanah ditraktor yang berfungsi untuk meratakan tanah. Di sela-sela antara pencangkulan dan pentraktoran dilakukan uritan atau sebar benih. Setelah 18 hari benih sudah dapat ditanam. Sekitar 7 hari – 10 hari dari masa tanam, lahan mulai diberi pupuk. Pupuk yang digunakan yaitu hanya pupuk NPK sebanyak 12,5 kg. Lalu sekitar 40 hari dari masa tanam dilakukan pemupukan kedua dengan menggunakan pupuk NPK sebanyak 12,5 kg. Bersamaan dengan pemupukkan kedua juga dilakukan penyiangan atau menghilangkan tanaman pengganggu. Pada umur 110 hari, tanaman padi siap dipanen. Dalam satu kali masa tanam, Pak Sukirdi membutuhkan benih sekitar 2,5-3 kg dan sekali panen dapat menghasilkan 350 kg gabah basah. Pola tanam yang dilakukan Pak Sukirdi yaitu padi-padi-kedelai. Pak Sukirdi mengikuti kelompok tani (poktan) Sri Mulyo Nanggulan. Terdapat penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh dari dinas, namun penyuluhan ini hanya dilakukan kepada perwakilan kelompok tani (ketua). Lalu perwakilan kelompok tani akan menyampaikan informasi yang di dapatnya kepada anggota pada waktu pertemuan kelompok tani.

Gambar 1.2 Dokumentasi wawancara dengan Bapak Sukirdi

Pupuk merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup tanaman karena di dalam pupuk terdapat berbagai unsur hara yang sangat diperlukan oleh tanaman (Raksun, et al., 2019). Pupuk terdiri dari pupuk buatan dan pupuk organik. Selain itu, berdasarkan unsur hara yang terkandung, pupuk dibagi menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Bapak Sukirdi menggunakan pupuk NPK, dimana pupuk NPK merupakan pupuk buatan dan pupuk majemuk. Salah satu pupuk NPK yang berada di pasaran yaitu NPK Phonska yang memiliki kandungan unsur hara N sebanyak 15%, P2O5 sebanyak 15%, K sebanyak 15%, dan S sebanyak 10% (Anonim, 2019). Penggunaan pupuk NPK yang baik berada pada dosis 300 kg/ha, karena pada dosis tersebut lahan sawah sudah dapat memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman (Siska dan Ismon, 2019). Kebutuhan N, P, dan K pupuk dapat mempengaruhi komponen hasil padi. Karena ketika suatu unsur hara itu sudah mencapai optimal, maka tidak perlu ditambahkan lagi. Jadi, jika lahan sudah memiliki kandungan P dan K tinggi, maka dibutuhkan pupuk P dan K dosis rendah yang setara dengan P dan K yang diangkut pada saat panen (Budiono, et al.¸2019). Pada penggunaan pupuk per hektar, Pak Sukirdi menggunakan pupuk NPK sebanyak 250kg/ha, sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan pupuk Bapak Sukirdi sudah hampir mendekati dengan literatur yang ada. Lahan sawah Pak Sukirdi juga memiliki kandungan unsur hara yang hampir seimbang, yang artinya tidak memiliki kandungan P dan K yang tinggi. Tingkat pemupukan dan proporsi nutrisi pada sebuah pupuk, penerapannya bergantung pada luas lahan sawah, kebutuhan tanaman akan unsur hara, ketersediaan unsur hara di dalam tanah, varietas padi, tanaman yang mendahului padi secara bergilir, percobaan di lapangan, penggunaan analisis kimiawi tanah dan tanaman, metode perhitungan yang mempertimbangkan serapan  hara oleh tanaman, kandungan unsur hara yang tersedia di dalam tanah dan berbagai kerugiannya (Anonim, 2007).

 

 

 

Daftar Pustaka:

Anonim. 2007. Handbook on Rice Cultivation and Processing. Niir Project Consultancy Services. New Delhi. Hal 139

Anonim. 2019. Phonska. https://petrokimia-gresik.com/product/phonska?hl=en. Diakses pada 12 November 2020

Budiono, R., P. G. Adinurani, dan P. Soni. 2019. Effect of new NPK fertilizer on lowland rice (Oryza sativa L.) growth. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science. 293. Hal 1-2

Raksun, A., L. Japa, dan I G. mertha. 2019. Aplikasi Pupuk Organik dan NPK untuk Meningkatkan Pertumbuhan Vegetatif Melon (Cucumis melo L.). Jurnal Bologi Tropis. 19 (1). Hal 20

Siska, W. dan Ismon L. 2019. Pemupukan npk dan nitrogen pada tanaman padi di lahan sawah berstatus p tinggi di Sumatera Barat. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 22 (2).  Hal 181-1812

Comments