LAPORAN PRAKTIKUM KPKT ACARA II

 

Nama                : Amartya Rahmawati

NIM                  : 18/427769/PN/15549

Gol                    : A5

Asisten koreksi : Luthfi Indriyani Muslihah

 

LAPORAN PRAKTIKUM KPKT

ACARA II

MENGENAL PUPUK

Praktikum Kesuburan, Pemupukan, dan Kesehatan Tanah (KPKT) Acara II yaitu mengenal pupuk telah dilakukan pada tanggal 18 Oktober 2020 dengan menggunakan metode wawancara petani. Adapun narasumber pada acara ini yaitu Bapak Sukirdi yang memiliki lahan persawahan di daerah Kamal, Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo, D. I. Yogyakarta. Luas lahan sawah milik Bapak Sukirdi sebesar 500m2 dan komoditas yang saat ini ditanam yaitu tanaman padi (Oryza sativa L.).

Gambar 1.1 Lahan sawah milik Pak Sukirdi

Bapak Sukirdi menerapkan pola tanam padi-padi-kedelai pada lahannya. Saat ini komoditas yang ditanam yaitu padi. Pada saat masa tanam padi, Pak Sukirdi menggunakan pupuk NPK untuk membantu dalam pemenuhan kebutuhan unsur hara oleh tanaman. Pemupukan dilakukan sebanyak dua kali. Pemupukan pertama dilakukan sekitar 7 hari – 10 hari dari masa tanam sebanyak 12,5 kg/500m2. Setelah sekitar 40 hari dari masa tanam dilakukan pemupukan kedua dengan menggunakan pupuk NPK sebanyak 12,5 kg/500m2. Cara pengaplikasian pupuk NPK yang dilakukan Pak Sukirdi yaitu dengan metode sebar. Pada masa panen, Lahan Pak Sukirdi dapat menghasilkan 350 kg gabah basah.

Gambar 1.2 Dokumentasi wawancara

Pupuk merupakan poin utama dalam kesuburan tanah karena di dalamnya terkandung satu atau lebih unsur hara yang nantinya menggantikan unsur hara di tanah yang telah diserap oleh tanaman  Pupuk berdasarkan asalnya dibagi menjadi dua, yaitu pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik terdiri dari kompos, pupuk kandang, humus dan lainnya, sedangkan pupuk anorganik terdiri dari urea, TSP, KCl, NPK, dan lainnya (Lingga dan Marsono, 2008). Nitrogen sangat penting untuk tanaman karena berpengaruh pada luas daun dan produksi bimassa tanaman (Ambarita, et al., 2017). Penggunaan pupuk Bapak Sukirdi dalam satuan kilogram per hektar yaitu 250kg/ha. Jumlah pupuk yang digunakan bergantung pada kandungan unsur hara yang terdapat di tanah. Penggunaan pupuk NPK yang baik berada pada dosis 300 kg/ha, karena pada dosis tersebut lahan sawah sudah dapat memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman (Siska dan Ismon, 2019). Menurut Budiono, et al (2019), dosis pupuk yang nantinya akan memberikan respon paling baik terhadap pertumbuhan generative dan vegetative tanaman padi yaitu 250 kg/ha NPK+ 300kg/ha urea. Jumlah pupuk NPK yang digunakan  oleh Bapak Sukirdi sudah sesuai dengan literatur tersebut walaupun tidak menggunakan pupuk urea. Hal ini juga dapat dilihat dari produktivitas tanaman yang mampu menghasilkan panen sebanyak 350kg/500m2.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ambarita, Y., D. Hariyono, dan N. Aini. 2017. Aplikasi pupuk npk dan urea pada padi (Oryza sativa L.) sistem ratun. Jurnal Produksi Tanaman. 5(7). Hal 1232

Budiono, R., P.. G. Adinurani, dan P Soni. 2019. Effect of new NPK fertilizer on lowland rice (Oryza sativa L.) growth. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 293. Hal 9

Lingga, P. dan Marsono. 2008. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Depok. Hal 1

Siska, W. dan Ismon L. 2019. Pemupukan npk dan nitrogen pada tanaman padi di lahan sawah berstatus p tinggi di Sumatera Barat. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 22 (2).  Hal 181-1812

 

 

 

 

Comments